Jumat, 06 Februari 2009

(TRAVEL) "Bali 5 hari, Biar Foto yg Bicara"...Prewed, Model, Place, Art, Beach & People


Tgl 29 Januari s/d 3 Februari 2009
, teman dan kerabat gue Mario Blanco mengundang ke Bali untuk silaturahmi dan hunting bareng.
Dari Jakarta teman gue Bogi dan Yani pacarnya ingin ikut juga....weeee seru, ada teman dijalan.   Sementara Ronald teman gue dari Samarinda yang rencana ketemu gue di Jakarta, jadinya pindah ketemuan di
Bali...hehehehe....mantep.

Schedule dan realisasi yg terjadi selama 5 hari tersebut :

Day 1 :

Sampai di Bali siang hari tgl 29 Januari 2009, langkah pertama ya, jalan-jalan diseputaran Legian Kuta sampai sore, sebelum ke Ubud tempat pemberhentian.
Gue nginap di Museum Blanco, Sementara Bogi, Yani dan Ronald tinggal di penginapan di seputaran Ubud.
Malam harinya mampir lagi ke Denpasar, jalan-jalan sekalian jemput Ronald yg datang dari Samarinda dengan pesawat malam.



Day 2 :
1. Pagi hari, hunting ke pasar Tradisional di Ubud.
2. Prewed Bogi dan Yani pakai baju adat Bali, siang s/d selesai.


"Motret di pasar tradisional Ubud"

burning dan dodging di PS



Flash SB 800 Nikon "on" terhadap nenek penjual sayur ini



Penjual yg unik bergaya "kuncir ABG" hehehehe


Terong dkk.....Flash SB 800 Nikon "on"



Menghitung jumlah jeruk.....walah kapan siapnya kalau sebanyak itu...hehehehe
Flash SB 800 Nikon "on"




Pedagang Ayam Jago....dan calon pembelinya....lagi test nyali tuh



Sekeranjang babi tertidur pulas



"Walah....sendal gue penuh lumpur, sampe kena celana gue lagi....buset deh" ucap gue rada kesal karena kotor.



"hehehehe...grok-grok... emangnya enak motret dipasar"....kata porky pig, sambil tertawa kearah gue.  Sial tuh babi, bisa aja nyela gue.
Ahhhhh sudah ah....mendingan pulang.



"Motret di Museum Blanco Ubud"

Gue sedang review ke Bogi dan Yani tentang masa depan mereka, kami terawang ke dalam LCD kamera gue, didalam situ, terlihat Bogi dan Yani hidup bahagia sampai anak cucu.....hehehehe
(foto by Mario)



Mario Blanco, setelah memberi sekapur sirih tentang pose gaya Bali ke Bogi dan Yani....



Pintu Indah pada museum Blanco, memang menyimpan pesona



Tangganya didalam museum utama juga sangat artistik dan keren
pakai flash Nikon SB 800 dan flash Tronic S1900 "strobist"



Gerbang depan yang artistik, menghiasi area museum.....



Dalam perjalanan ke sawah bertingkat di Ubud, mampir sebentar ke salah satu lumbung padi warga desa.



Pada tempat yg sama dibuat versi IR



Indahnya sawah bertingkat di Ubud, dipermanis dgn properti budaya Bali...



melepas dahaga......hmmmmmm nikmatnya



Day 3 :
1.  Pagi hari, prewed Bogi dan Yani ke pintu air di “Tukad Unda”.
2.  Hiden Beach dekat Bali Clif di Jimbaran, motret prewed Bogi dan Yani, Serta model Bali favorite gue, Felicia & Fortunia Blanco….hihihihi




"Motret di Tukad Unda"

Lokasi yg populer itu.......asik.....sejuk dan adem


kiri ke kanan : Ketut, Mario Blanco dan gue....test gear
(foto by Ronald)



kiri ke kanan : Ronald, Mario Blanco dan gue....pemotretan
(foto by Ketut)


Bogi yg seorang fotografer, sambil jadi model, masih menyempatkan diri memotret Yani
(lihat paling atas?)


Begini nih...kalau prewednya fotografer...hehehehehe
(lihat pojok kanan atas?)
...hehehehehe...


Kata Mario berbisik kegue "Nicko....kok terjadi "penampakan tuyul" di LCD gue, atau apa ya ???"
Balas gue ke dia "Sama Mario...gue juga ada...hehehehe "biar foto yg bicara"....hehehehe




Asikkkk....mesranya



Masih di sekitar pintu air tersebut (versi IR)



Masih di sekitar Tukad Unda (versi IR)



"Motret di Hidden Beach"

tekstur dinding batu yg artistik....ckckckckck....i love Bali


Happy Blanco Family dari kiri ke kanan : Fortunia, Felicia, Mario, Wimas dan Antonio Jr.


Felicia, anak (putri) pertama Mario.
Aktifitas Felicia disamping sekolah, dia pemain sinetron remaja di Bali TV.



Nice pose.....



Keep Moving....


Very Cute....



Sexy...


Smile Felicia.....


Hot & Beauty...


So Sweet...


Model Bali Favorite Gue nih...hehehehe
Yang dibawah ini juga iiihh



Fortunia (adik Felicia) yang hobby digital imaging ini, disamping sekolah dia juga ikut bermain dalam sinetron yg di peranin Felicia sang kakak....simanis, yg pemalu dan pintar ini...siapa sangka bisa jadi model?


tuh kan...manis...hehehehe...rambutnya panjang ya....



pasang strobist dengan filter warna...biar lebih glamour


masih suka tersenyum malu iihhh



Prok-prok-prok....tepuk tangan ah...sudah berani melihat kamera nih


Day 4 :
1.  Siang ini ke Felicia & Fortunia Blanco, Shooting sinetron remaja “Adi & Ayu 2” Bali TV di  Desa Serangan, tempat konservasi penyu.
2. Selanjutnya ketemuan dengan Fabio dkk  fotografer dari Bali, ngobrol dan motret Surfing di seputar Desa Serangan tsb.
3. Malamnya main ke Kuta dan Denpasar beli oleh-oleh




"Motret  Adi & Ayu di Serangan"

Gue pikir karena gue dateng, Felicia dan Alief...kesenangan dan lari kearah gue dengan kencang....ingin cepat bertemu ?
ehhh...hehehehehe...nggak tahunya lagi shooting di kejar penjahat dalam suatu skenario...
walah GR gue...hehehehe


Tuh lagi diarahkan gaya....



Suasana terik juga ya....bukan cuma mereka yg berteduh....gue saja motretnya dibawah pohon yg teduh........fuihhh panas oiii



Felicia Blanco gue buat versi IR dan edit Tonal



Gue suruh pose dengan lawan mainnya Alief



Ayu (Felicia Blanco) sedang menunggu Adi (Alief Agi)


Ayu (Felicia Blanco) & Adi (Alief Agi)







"Motret beach sport di Serangan"


Tak lama lagi tanah kosong ini akan berdiri hotel dan resort



Dengan modal lensa Nikon 18-200mm gue nekad motret surfing.....momentnya dapet tapi...itu hasil crop ketat....jadi gambar pecah deh...idealnya pakai lensa 400mm fix...dasyat
Atau kita naik perahu kedekat mereka (sayang tidak ada perahu yg bisa disewa disitu)




inilah kami "fotografer patah semangat", karena nggak bawa lensa tele diatas 400mm untuk motret surfing….hehehehe
Gue baju coklat (Jkt), Ronald baju putih (Samarinda), dan dari Bali  Fabio baju abu, Surya baju merah dan Nicky belakang gue.



Bisanya ya motret temennya Fabio yg akan meluncur dgn surfing ketengah...hehehehe


Atau disuruh pose aja didekat kita....nasib deh nggak ada lensa 400mm fix atau perahu untuk ketengah


Lumayan juga motret surfer junior....mainnya dipinggir pantai saja tuh dia


Atau cuma bisa motret anjing berantem dengan lensa yg tidak cukup panjang untuk menangkap aksi surfer ditengah laut.....hehehehehe


Day 5 :
1. Pagi motret Mario Blanco, master lukis kita.
2. Sore motret burung bangau di Ubud
3. Malam ke Hardrock Café di Kuta, diajak Mario dan sekalian ngeliput Mario Blanco yg menjadi salah satu “10 most popular people in Bali” penghargaan diberikan oleh Hardrock FM.


"Motret burung Bangau di Ubud"

 
“Kemana ya bangau-bangaunya ?….katanya di setiap sudut desa ini setiap jam 5 sore selalu ramai oleh bangau liar”  ucap gue kebingungan nyari burung bangau diatas sana ?.....hehehehehe
(foto oleh Ketut)


Satu yg unik di salah satu desa di Ubud ini,  setiap sore sekitar jam 5 keatas, sejak dahulu, seluruh sudut desa selalu di kunjungi oleh burung bangau yg berjumlah ratusan.  Dengan lensa 105 mm fix Nikon, gue sudah puas atas jangkauannya.
Mereka ada dimana saja, di jalan, di pagar dan dipohon-pohon yg rendah maupun yg tinggi…asikkkkk….nggak perlu beli lensa 400 mm fix…hihihihi

 

"Motret Mario Blanco"

"Like Father Like Son'. Pepatah yang rupanya berlaku juga bagi Mario Blanco.  Nama Mario Blanco memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Don Antonio Blanco sebagai maestro seni lukis dunia terakhir yang hidup di abad 20 beraliran Expresionis Romantisme.
Sebagai anak kedua (anak laki-laki satu-satunya dari 4 saudara) maestro seni lukis tersebut, ia merasa bangga, meski dalam karya seni, ia sama sekali tidak mau namanya dikaitkan dengan ketenaran sang ayah yang memiliki talenta pelukis kondang dengan obyek-obyek wanita telanjang itu.

Kehidupan Mario memang tidak bisa dilepaskan dari seni lukis dan seni rupa. Keseharian Mario bergelut dengan kanvas dan kuas di tempat tinggalnya the Blanco Renaissance Museum di Ubud Bali.
Pada umur tujuh tahun, ia sudah mampu mengejutkan dunia seni dengan menggelar pameran tunggal.  Meskipun demikian, ia menolak jika dikatakan mendompleng nama besar ayahnya.

nb : Pakai Flash S1900 Tronic (2 unit) dan Flash SB 800 Nikon


Tangga indah yg unik, berada dalam museum utama, sebenarnya lokasi ini, dilarang memotret, karena kebetulan gue “fotografer official"nya Mario ya bisa deh.
Pas bongkar gudang Museum ternyata ada lampu studio 1 unit...hehehehe luamayan untuk terangin tangga.



Siap melukis di studio yg berada disamping museum utama



Dulunya Studio ini merupakan tempat Antonio Blanco melukis, saat ini dipakai Mario sebagai area melukisnya


Sebagai Pengelola utama Museum Blanco, Mario juga secara otomatis menjadi Kurator karya Papanya Don Antonio Blanco



Bersama penerima penghargaan “10 most popular people in Bali”  lainnya



Mario dan istri tercintanya Wimas sehabis acara penerimaan penghargaan di Hardrock Café Kuta Bali
 


Mario Blanco Master Lukis dari Cumpuan Ubud Bali, berpose dgn salah satu lukisannya
www.blancobali.com


gue lagi aksi, difoto oleh Ketut



gue dan Mario lagi review hasil jepretan, dicandid oleh Ronald


Day 6 :
- pagi jam 9.30 gue pulang ke Jakarta dengan hati senang bareng bogi, yani dan ronald....
- see you Bali...tx to bro Mario Blanco & family atas undangannya.......
- tx to bro Bogi dan Yani (calon manten)
- tx to Fabio dkk dan Ketut from Bali, serta Ronald from Samarinda
- gear yg gw bawa saat itu :
kamera : Nikon D40 dan Nikon D40x IR
lensa : Sigma 10-20mm, Nikon 18-200mm, Nikon 105mm, Nikon 18-55mm kit
flash : Nikon SB 800, Flash Tronic S1900 (2 unit) untuk strobist
lainnya : Vertical grip 3thparty for Nikon D40, Tas kamera computekker, lightstand hero (2 unit), tripod excell ufo 260, reflektor tronic 80cm 2 in 1, payung putih (2unit), flash sofbox, angleview finder, tas laptop, MacBook 2.0ghz 13 inci macintosh warna silver & sofware adobe photoshop.


EPISODE BERIKUTNYA yg lebih seru, klik ini....






Senin, 19 Januari 2009

(SHARE) Fungsi Beauty Dish dalam Konsep Cahaya pada Studio Lighting

Dalam mengeksplore fotografi, khususnya studio lighting, banyak aksesories yg memiliki fungsi-fungsi dalam menghasilkan efek yg berbeda, seperti payung, sofbox, barndoor, honeycomb, filter, snoot dll.
Berdasarkan pembahasan saya sebelumnya, sbb (klik link tsb) :

1. Fungsi Honeycomb beserta contoh foto

2. Fungsi Snoot beserta contoh fotonya


Maka untuk kali ini, saya mencoba melakukan pemotretan menggunakan Beauty Dish, sehingga bisa dimanfaatkan keluaran cahaya dengan efek ini untuk keperluan "cahaya dalam suatu konsep".


Beauty dish hampir mirip dengan reflektor lampu standar.  Berbentuk mangkok lebar namun lebih datar.  Sorotan atau efek yg dihasilkan jika dibandingkan dengan standar reflector lebih halus dan merata, kalau digunakan sbg front light (cahaya depan) shadow yg dihasilkan lebih halus, detail pada obyek keluar….hmmmmm asik ih.
Bagian tengah beauty dish memakai tutup agar lampu tidak menyorot
langsung ke obyek.
Dapat dikombinasikan dengan honeycomb untuk lebih halus dan terfocus
Contoh ini, kebetulan telah diproduksi beauty dish
(lingkar tengah 40cm) baru untuk seri Tronic Jumbo 100w (lampu paket murmergus dan trio macan), bersamaan dengan diproduksi lampu Jumbo baru 150w dan 180w



Jika dipakai kain diffuser cahaya cenderung lebih halus




Untuk seri Tronic TR 250w dan 500w (lingkar beauty disk 40cm)


Pemotretan saya lakukan dengan
beauty dish (lingkar tengah 40cm) baru untuk seri Tronic Jumbo 100w (lampu paket murmergus dan trio macan).
Lampu Jumbo seri baru yg 180w (bentuk fisik sama dgn Ju
mbo 100w dan 150w).
Kamera Nikon D40, Lensa Nikon 18-200mm dan Ir Trigger tronic (untuk trigger lampu)


Hasil Foto :

Foto tidak pakai beauty dish, hanya pakai standar reflektor
Cahaya dan bayangan Khalil (5 th) terlihat keras



Foto pakai beauty dish (lingkar 40cm)
Cahaya terlihat soft, ketajaman dan detail masih terjaga dan shadow halus
setting kamera sama dgn foto pertama



Foto tidak pakai beauty dish, hanya pakai standar reflektor.
dan satu lampu lagi (hair light) pakai filter merah
Cahaya dan gradasi gelap-keterang terlihat keras


Foto pakai beauty dish (lingkar tengah 40cm)
dan satu lampu lagi (hair light) pakai filter merah
Cahaya dan gradasi gelap-keterang terlihat soft, detail dan ketajaman dapat.
setting kamera sama dgn foto pertama


Disamping itu, efek dimata, bagus deh....bulat gelang.





Pakai Beauty Dish untuk TR 250w & 500w

Main ke studio tanto dirawamangun JKT
sudah ambil paket Tronic TR 250w (difoto yg pakai beauty dish) dan lain-lain (yg pakai honeycomb barndoor & softbox) bulan lalu.
yg ikut motret itu (maudy, keponakan tanto) "abg tomboy yg hobby photography"

Nikon D40, lensa Nikon 18-200mm
(original file)







test variasi tonal di ps :

model & makeup : iin partnernya tanto



Kesimpulan :
1.  Beauty Dish sering digunakan untuk memotret portrait, dengan ketajaman dan detail yg terjaga.
2.  Cocok untuk memotret orang dengan kulit yg halus, kalo banyak jerawat….detailnya terlihat bener.
3.  Efeknya cahaya yg dihasilkan mirip dengan Ring Flash, cuma lebih seru lampu studio lah.

Output cahaya walau terkesan keras, masih tergolong soft, cuma lebih soft ya…softbox
4.  Sedang menikmati motret "headshot" pakai i
ni gue...
5.  Kabar baik, bagi yg punya lampu "Jumbo 100w" (isi paket trio macan dan murmergus) sekarang sudah punya beauty dish dan snoot
6.  Dengan melihat contoh saya diatas, kita dapat
gambaran keluaran cahaya yg dihasilkan, sehingga konsep cahaya yg akan kita buat dalam pemotretan studio mendapat suatu alternatif bahkan solusi untuk menciptakan "cahaya dalam suatu konsep".
7.  Klik difoto untuk Zoom...
8.  Tread ini jauh dari sempurna :)



Nicko Darwis

021-99175335
08159975319

YM : nickodarwis


NB :


Artikel Kecil lainnya (klik disini)....






Selasa, 06 Januari 2009

(SHARE) Tune Up Portofolio & Album Foto Baru untuk Presentasi


Biasanya kalau mau presentasi ke calon klien wedding, gue bawa laptop dan contoh album yg biasa, sbb :Album 20x25cm

inner : black paper 700 gram, size: 20cm x 25 cm (costumize),

material: wood & vinyl

10 sheet jadi dapetnya 20 halaman foto
Foto bagian tengahnya terpotong dan tidak bersambung (meninggalkan list hitam memanjang warna dasar album)
dicetak dan laminating dof (anti gores) dan tinggal ditempel pakai double tape dialbumnya
box kayu polos sebagai tempat penyimpanannya

Bulan lalu gue dapet calon klien untuk 2009 nanti, dia rencana minta paket komplit dari prewedd sampai wedding, dan minta contoh album ekslusif tanpa sambung dan covernya ada foto, untuk ketemuan beberapa hari lalu setelah dia pulang tugas luar kota.

Kebiasaan pada klien terdahulu, cukup dengan "speak" dan contoh foto album dari brosur saja, tidak perlu bawa contoh nyata, jika minta album model buku tsb.
Akhirnya gue buat, Berhubung :
1.  Dia minta ketemuan jaraknya satu bulan lebih dari call pertama (banyak waktu persiapan)
2.  Pengen juga punya album ekslusif (foto kompilasi gue 2006-2008) dan tanpa potongan tengah
3.  Harga album exclusive jenis ini dulunya mahal, Juta rupiah lebih, kadang kilen minta juga.  Namun untuk koleksi pribadi belum punya.  Sekarang Juta rupiah nggak lebih.
4.  Foto karya gue yg terpilih "represent" (mewakili) apa yg ingin gue wakili....hihihi
5.  Menemani album jadul gue kalau dibawa presentasi.

Album 20x30cm
box kayu polos sebagai tempat penyimpanannya

material: seperti buku tebal diperpustakaan

16 sheet jadi dapetnya 34 sisi halaman foto (plus cover bisa pakai foto)
dicetak dan laminating dof (anti gores) dan telah di press dari tokonya.


Cover bisa dibuat judul....ngikutin buku tebal yg beredar umum....bahan depan pakai laminating yg agak kasar dan anti gores



"Back Bone" bisa pasang judul dan logo di bawah....biar mirip buku tebal umum....hihihihi


Foto bagian tengahnya bersambung...jadi ekslusif



Desain cover, gue minta "kavling" dari toko tersebut, trus desain sendiri, tapi file akhir, gue buat dalam bentuk .psd (jadi bisa digeser oleh toko agar pas dan presisi text nya)


Halaman 00 (cover dalam) dan 01....nyambung tanpa potongan ditengah...asik
Foto ini "represent" prewedding dgn Tone IR


Halaman 03 dan 04....nyambung tanpa potongan ditengah...asik
Foto ini "represent" prewedding dgn Tone IR (daun kuning pakai channel mixer)



Halaman 05 dan 06....tanpa potongan ditengah juga...asik
Foto ini "represent" prewedding dgn natural look



Halaman 07 dan 08....tanpa potongan ditengah juga...asik
Foto ini "represent" prewedding dgn jadul look :P



Halaman 09 dan 10....
Foto ini "represent" prewedding dgn keterbatasan tempat



Halaman 11 dan 12....
Foto ini "represent" prewedding dgn pakai Nikon D40 (flash sync 1/500)...dengan 3 lampu studio "murmergus " dan "trio macan"...bisa nge freeze air dgn speed diatas 1/800...hihihi




Halaman 13 dan 14....
Foto ini "represent" prewedding dgn "make over di ps" pada properti vespa rusak




Halaman 15 dan 16....
Foto ini "represent" prewedding dgn lampu studio dan memanjakan klien atas keinginan oldig dgn game tak terlupakan bagi dia "ketemu pertama dan hobby uptodate"




Halaman 17 dan 18....
Foto ini "represent" prewedding dgn lampu studio dan memanjakan klien atas keinginan oldig dgn game tak terlupakan bagi dia, dari tidak kenal menjadi kenal.



Halaman 19 dan 20....
Foto ini juga.....biar meriah dikit



Halaman 21 dan 22....
Foto ini "represent" mini studio "dadakan" di gedung, dgn pakai lampu studio "murmergus " dan contoh bahan kain background dagangan gue..hihihi....(bahan kaos kiri dan kanan atas, dan dyed muslin kanan bawah)




Halaman 23 dan 24....
Foto ini "represent" Akad Nikah dgn "golden moment" nya, pakai flash dan bergaya strobist (off camera)




Halaman 25 dan 26....
Foto ini "represent" Akad Nikah dgn "golden moment" nya




Halaman 27 dan 28....
Foto ini "represent" make up dgn warna-warninya




Halaman 29 dan 30....
Foto ini "represent" warna-warni pesta (candid, flash, slow speed)




Halaman 31 dan 32....
Foto ini "represent" ramainya pesta (raja dan ratu sehari)

Kesimpulan :
1. Tune up / peremajaan album boleh juga kita lakukan, untuk menambah variasi contoh album untuk koleksi pribadi
2. Bisa juga untuk presentasi contoh album
3. Jangan tanya berapa harga album, karena ini bukan iklan dari suatu toko album...hehehehe
4.  Feel Free :)

foto, digital imaging, desain dan lay out : nickodarwis
album cetak di fotoku (toko cetak & album)